Usai Saling Ejek, Siapa Lebih Unggul di Lapangan?

Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solksjaer menanggapi provokasi jelang laga akbar antara Manchester United vs Tottenham Hotspur pada Minggu di Old Trafford. Menurut sumber bandarqq365 kedua pelatih telah berlaga dalam mind games sejak seminggu sebelum liburan ini.

Awalnya, usai kemenangan tipis atas Brighton, Solksjaer bercanda soal aksi Mourinho dengan mengukur lebar gawang saat Spurs bertemu Shkendija pada 25 September lalu. “Pertama-tama, Anda harus senang bahwa Jose tidak ada di sini untuk mengukur tiang gawang – mungkin [gol di Stadion Amex] terlalu kecil!” Ole bercanda pada konferensi pers.

Komentar Solksjaer merujuk pada lima tembakan Brighton yang membentur tiang selama pertandingan. Di Stadion Amex, The Seagulls lebih menekan United yang menang berkat penalti telat.

Mourinho langsung membalas Solksjaer. Mantan manajer Setan Merah itu bercanda soal nasib MU yang kerap dihukum. Dalam 40 pertandingan Liga Premier terakhir mereka, Solksjaer telah menerima 15 penalti, hanya sedikit lebih banyak dari Leicester City (22 penalti).

“Saya mengerti bahwa baginya ukuran gol [Solksjaer] tidak penting. Yang penting baginya adalah ukuran kotak 18 yard [area penalti],” jawab Mou. “Dia tidak akan pernah setuju untuk bermain dengan kotak 17 yard. Saya pikir dia lebih suka kotak 22 yard., Akan lebih baik”.

Solksjaer sendiri mengklaim bahwa ejekan antara dirinya dan Mourinho hanyalah lelucon. Ia mengaku sangat menghormati pendahulunya di Old Trafford.

“Kami berada dalam waktu yang aneh sekarang dan Anda seharusnya bersenang-senang juga. Ini hanya beberapa komentar yang tidak berbahaya,” kata Solksjaer di depan Man United vs Spurs.

Rekor Solksjaer melawan Mourinho

Meskipun ia memulai karir manajemennya hanya delapan tahun setelah Mou, Solksjaer mampu mengikuti perkembangannya di lapangan. Sejauh ini, Solksjaer dan Mourinho sudah bertemu tiga kali. Setiap kemenangan dan pertandingan lainnya berakhir seri.

Pertemuan pertama terjadi pada 2014. Saat itu, Solksjaer sedang berlatih untuk Cardiff City dan menjamu Mourinho Chelsea di Millennium. Bersama The Blues, Mou memenangkan laga pertama dengan skor 1-2.

Solksjaer dan Mourinho kembali beraksi setelah Jose direkrut Spurs pada November 2019. Pada 2019/20, Mou kalah satu kali di Old Trafford dan dipaksa ditahan imbang oleh Ole di Tottenham Hotspur Stadium.

Mourinho sendiri memiliki catatan buruk saat berhadapan dengan mantan klub yang pernah menjadi pelatihnya. Pemenang dua gelar Liga Champions secara konsisten kalah dalam enam pertandingan terakhir melawan mantan timnya.

Namun, manajer asal Portugal itu punya catatan positif melawan Man United. Sepanjang sejarah kepengurusannya, Mourinho hanya kalah tiga kali dari Setan Merah. Tiga kekalahan itu terjadi di Old Trafford, masing-masing saat melatih Chelsea, Inter, dan Spurs.

Baik Spurs dan United diharapkan untuk melihat tiga poin dalam pertandingan ini. Kedua tim menelusuri tiket Liga Champions melalui empat rekor pertama.

Sebelum pertandingan ini, Spurs harus mewaspadai gelandang kreatif Bruno Fernandes yang punya peluang membuat perbedaan. Sejak diperkenalkan oleh Sporting CP, pemain asal Portugal itu telah memainkan peran kunci di lini tengah United. Bruno telah mencetak sembilan gol dan delapan assist dalam 16 pertandingan Liga Premier.

Sebaliknya, kubu tuan rumah harus mewaspadai Harry Kane. Striker Spurs telah menunjukkan bahwa dirinya mampu menjadi target support di awal musim ini. Peran Kane membuat penemuan ofensif Spurs lebih bervariasi dan sulit ditunggu.

Dengan kemampuannya yang kuat dalam menahan bola, Kane memberi waktu kepada rekan satu timnya untuk memasuki area berbahaya. Kane sendiri sudah mengemas lima assist dalam tiga pertandingan Liga Inggris musim ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *